Hipwee

Miris, Lockdown dan Pembatasan Transportasi, Seorang Ibu Harus Jalan Kaki 160 Km Setelah Melahirkan

Kebijakan lockdown dipilih beberapa negara untuk mengurangi persebaran virus Covid-19 yang menyebabkan banyak orang yang harus rela kehilangan penghasilan. Larangan untuk mudik hingga pembatasan transportasi pun sudah mulai diterapkan juga di berbagai wilayah sehingga banyak yang nekat pulang ke kampung halaman dengan cara berjalan kaki, seperti hal yang umum ditemui di India belakangan ini.

Tak selesai sampai di situ, ternyata ada sebuah keluarga di India yang beranggotakan ibu dan empat orang anak yang tengah hamil harus melahirkan di jalan selama perjalanan ratusan kilometer ini. Simak cerita miris selengkapnya berikut ini!

Sebelum bertemu dengan polisi, sepasang suami istri dan empat orang anak melakukan perjalanan sepanjang 160 km dengan kondisi istri melahirkan di jalan ūüôĀ

Sang anak/ Credit: CNN via edition.cnn.com

Dilansir dari CNN, awalnya wanita yang tak diketahui identitasnya ini melakukan perjalanan dengan seorang suami dan empat orang anaknya dari kota Nashik, Maharashtra ke kota Satna negara yang berdampingan dengan Madhya Pradesh. Sebelum melakukan perjalanan sepanjang 160 km lagi, sang istri sempat berhenti di tengah jalan untuk melahirkan tanpa bantuan dan hanya beristirahat sekitar 1,5 hingga 2 jam setelahnya. Bayi ini lahir pada tanggal 5 Mei atau 4 hari sebelum mereka menemukan titik pemeriksaan.

Keluarga ini mengaku tak memiliki uang dan kendaraan untuk ditumpangi demi bisa kembali ke kampung halaman

Tak punya uang/ Credit: Summit Life via summitlife.org

Seorang polisi yang menemui mereka di titik pemeriksaan Madhya Pradesh mengatakan bahwa keluarga ini tak punya uang maupun alat transportasi, pun tak ada satu orang pun yang mau membiarkan mereka untuk menumpang. Mereka juga mengaku bahwa tak mempunyai tempat untuk tinggal serta negara yang menerapkan kebijakan lockdown membuat keluarga ini kehilangan penghasilan. Pasalnya menurut John Hopkins University, kasus corona di India ada sebanyak 78.000 dan 2.551 orang yang meninggal yang menyebabkan kebijakan ini akhirnya diambil.

Ibu yang hamil 9 bulan lalu melahirkan idealnya memerlukan beberapa waktu untuk istirahat, bukannya malah langsung melakukan hal berat

Perlu istirahat/ Credit: Cleveland Health via health.clevelandclinic.org

Melahirkan merupakan momen yang penuh perjuangan makanya setelahnya diperlukan istirahat yang cukup dan tak langsung melakukan hal berat layaknya berjalan ratusan kilometer. Menurut laman Health Care dari University of Utah, ibu yang mengalami persalinan yang sulit maka akan lebih lemah dari biasanya dan berkemungkinan terkena anemia. Bahkan menurut What to Expect, ibu yang baru saja melakukan persalinan memerlukan waktu setidaknya 6 minggu sebagai proses penyembuhan.

Selain memengaruhi proses pemulihan, melakukan aktivitas berat juga bisa mempengaruhi produksi ASI lo

Bisa cedera/ Credit: KR Activist via kractivist.org

Dilansir dari Alo Dokter, ibu sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang berat dalam kurun waktu yang cepat setelah persalinan. Hal ini karena kegiatan tersebut dapat menyebabkan cedera pada tubuh mengingat  tubuh masih dalam masa-masa pemulihan. Jalan kaki dalam jarak yang dekat sebenarnya tak masalah, namun 160km tentu bukan hitungan yang dekat.  Dilansir dari Mother and Baby, kebahagiaan ibu juga akan mempengaruhi produksi ASI di mana kekelahan dan kewalahan juga berrpengaruh buruk padanya.

Setiap ibu sepatutnya berhak mendapatkan fasilitas yang baik untuk persalinan namun faktanya, di luar sana tak semua ibu cukup beruntung mengenai hal ini, lagi-lagi karena faktor kesenjangan ekonomi. Dalam kasus ibu asal India ini, ia akhirnya dibawa ke tempat karatina dan mendapatkan perawatan kesehatan.

Baca artikel-artikel menarik lainnya seputar pandemi COVID-19 di sini

sepertikemarin.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *