Zona Oranye Surabaya, Masyarakat Harus Tetap Disiplin

Surabaya – Polda Jatim menggelar awarding Kampung Tangguh Semeru Ekspos hasil survei pencegahan dan pengendalian COVID-19 Jatim di Balai Kota Surabaya. Dalam acara itu, Surabaya dinyatakan zona oranye Covid-19.

Para pakar kesehatan zona bahwa saat ini Kota Surabaya sudah berstatus zona oranye. Namun, mereka mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr Windhu Purnomo mengatakan, setelah lama berada di zona merah, sekarang status Surabaya telah menjadi zona oranye. Status perubahan itu disampaikan Windhu dalam acara yang digelar Polda Jawa Timur, dengan tajuk ‘Ekspos Hasil Survei Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Jatim’ di Balai Kota Surabaya, pada Rabu 12 Agustus 2020 pukul 19.00-23.00 WIB.

“Surabaya sudah turun dari merah ke oranye. Satu minggu Surabaya sudah oranye, tapi masih jauh sama hijau. Tapi sudah oranye, ”kata Windhu, disela-sela perbincangan.

Pernyataan pakar tersebut rupanya didukung oleh Peneliti Profesor LIPI / Puskesmas Universitas Bhayangkara Jakarta, Prof (Ris) Hermawan. Berdasarkan data yang berhasil dihimpunnya, Surabaya memang sudah layak menjadi zona oranye.

“Kami ambil data dari data statistik resmi pusat dan daerah. (Datanya) dari tim satgas itu, kita tidak melakukan survei untuk itu. Ada parameter yang sangat rinci, (termasuk) jumlah korban, jumlah terpapar, ”kata Hermawan.

Meski demikian, Hermawan mengingatkan, agar masyarakat tidak terlena dengan status tersebut. Sebab, data yang ada saat ini dapat berubah tergantung kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Sekali lagi (status oranye) potret sewaktu-waktu, besok belum tentu sama hasilnya, bisa merah lagi, bisa hitam, sama seperti DKI Jakarta sekarang (statusnya zona) hitam,” jelasnya.

Dalam pemaparan tersebut, hadir pula Ekonom Daerah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Nuzul Achjar dan Dosen Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jakarta, Dr Ayodya Heristyorini. Para pakar kesehatan dan ekonomi tersebut memaparkan hasil survei yang dilakukan beberapa bulan terakhir, guna menghadapi pandemi Covid-19 di Jawa Timur. (Ard)

Source link

Strategi Tekan Corona Pakar Sarankan, Aktivitas Warga Dibagi Dua Waktu

Surabaya – Menurut Profesor Riset LIPI / Puskesmas Universitas Bhayangkara Jakarta, Prof (Ris) Hermawan Sulistyo, salah satu strategi penurunan angka covid-19 yakni menyarankan aktivitas warga dlibagi menjadi dua waktu.

Hal tersebut disampaikan Hermawan saat menjadi pembicara di acara yang digelar oleh Polda Jawa Timur, dengan tajuk ‘Ekspos Hasil Survei Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Jatim’, di Balai Kota Surabaya pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Hermawan menyatakan, bahwa pembagian waktu beraktivitas warga dapat menekan angka penambahan pasien Covid-19 di Jatim setiap harinya. Sehingga, kerumunan orang tidak akan terjadi di pagi hari saja, seperti saat ini.

Salah satu kunci, adalah penyebaran lokasi dan waktu aktivitas ekonominya. Kalau malam, orang yang nongkrong kan sedikit, (mereka) paginya pasti tidur, tidak menambah jumlah orang yang melakukan mobilitas fisik pada pagi hari, ”kata Hermawan.

Di sisi lain, menurut Hermawan, hal tersebut juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah warga terdampak Covid-19 dari segi ekonomi. Karena aktivitas jual beli masih berlangsung hingga malam hari.

“Contoh tentang pelonggaran ekonomi, kalau dilakukan sembarangan, biayanya itu ada korban (krisis ekonomi) yang lebih banyak,” jelasnya.

Oleh karena itu, lanjur Hermawan, membagi aktivitas masyarakat dalam dua waktu tersebut merupakan salah satu cara dalam menyelesaikan permasalahan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

“Jadi salah satu strategi yang bisa dihasilkan adalah membagi waktu kerja, kantor saja kan (sekarang) dibagi, separuh masuk pagi separuh masuk siang,” ucapnya.

Namun, hal tersebut tentunya harus dilakukan dibawah kontrol pemerintah. Seperti, pendaftaran pendaftaran bagi tempat usaha yang ingin buka pada siang atau malam hari.

“Tapi hrus terkontrol, tinggal diatur jadwalnya, jadi orang yang cari makan kalau malam masih ada yang buka, Saya kira kurang beresiko, dibandingkan menumpuk sekaligus di mall, atau di pasar saat siang, ramai gitu,” tutup Hermawan. (Ard).

Source link

Sempat Keteteran, PSG Berhasil Bekuk Atalanta

Paris Saint-Germain (PSG) keteteran mengawali laga perempat final Liga Champions 2019/20 melawan Atlanta. Meski tertinggal sejak babak pertama, PSG sukses berdiri di menit-menit akhir. Skor akhir laga di Estadio da Luz pada Kamis (13/8) dini hari WIB itu adalah 2-1.

Gol-gol PSG hadir melalui Marquinhos (90 ′) dan Eric Maxim Choupo-Moting (90 ′ +2). Sementara gol Atalanta dicetak Mario Pasalic (26 ′).

PSG turun dengan skema 4-3-3. Trisula Pablo Sarabia, Mauro Icardi, dan Neymar mengisi pos lini depan. Lalu ada Ander Herrera dan Marquinhos cs. yang siap mengirim bola dari tengah.

Atalanta meladeni PSG dengan formasi 3-4-3. Trio Alejandro Gomez, Duvan Zapata, dan Mario Pasalic menjadi ujung tombak serangan. Ketiganya dibantu Marten de Roon dan Remo Freuler cs. dari belakangnya.
PSG punya kesempatan untuk unggul duluan di menit-menit awal pertandingan. Di menit ke-3, Neymar berada di peringkat satu lawan satu dengan kiper.

Namun, striker asal Brasil itu gagal mencetak gol. Tendangannya melebar dan membuat bola keluar lapangan. Atalanta beruntung tidak kebobolan.

Beberapa menit berselang giliran gawang PSG terancam. Hans Hateboer melakukan sundulan keras ke arah gawang PSG. Tetapi, penyelamatan gemilang Keylor Navas menjaga skor tetap 0-0.

Meski gencar menyerang, PSG malah ketinggalan duluan. Gawang Navas takluk di menit ke-26 berkat aksi Pasalic. Gol tercipta lewat tendangan Pasalic yang mendapat bola kiriman dari Duvan Zapata.

Tertinggal satu gol membuat PSG semakin ganas menggempur gawang Atalanta. Neymar beberapa kali mengancam gawang Atalanta, namun usahanya masih nihil. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Kembali dari ruang ganti, Atalanta bermain dengan percaya diri. Malah, para pemain PSG tampak semakin frustasi menghadapi Atalanta. Hingga akhirnya pertandingan berakhir dan dimenit terakhir Atlanta harus gigit jari pasca Marquinhos (90 ‘) dan Eric Maxim Choupo-Moting (90 ′ +2) menjebol gawangnya. (Ist)

Source link

Sekolah Klaster, Ketakutan yang Jadi Nyata (HARIAN LENTERA TODAY EDISI KAMIS, 13/08/2020)

Peringatan agar pembukaan sekolah dilakukan dengan sangat hati-hati, bahkan ditunda hingga pandemi Covid-19 benar-benar reda pesan kurang diperhatikan. Buktinya, baru 5 hari setelah pemerintah sekolah di zona kuning dan hijau dibuka, menurut Laporcovid19 sudah muncul klaster di 6 wilayah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) permainan kata tidak memaksakan sekolah buka kembali saat ini. Bahkan saat mau melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka harus memenuhi persetujuan dari berbagai pihak, mulai dari pemda hingga orangtua walimurid. Apalagi saat ini kondisi perkembangan infeksi masih teris melejit tinggi. Hingga 12 Agustus kasus positif sudah tembus 130.000 pasien. Kesehatan yang utama, apalagi demi menciptakan penurus bangsa! BACA BERITA LENGKAP, UNDUH DI SINI https://lenteratoday.com/wp-content/uploads/2020/08/Lentera-Today-13082020.pdf

Source link

Emil Dardak: Pemuda Harus Bisa Memanfaatkan Keterbatasan

Surabaya – Pandemi Covid-19 secara global dampak dampak luar biasa bagi masyarakat. Semuanya menjadi serba terbatas, tidak terkecuali bagi para pemuda. Meskipun dalam kondisi serba terbatas para pemuda dilarang untuk menyerah. Alasannya karena pemuda menjadi energi dalam suatu komunitas, dimana kapasitasnya terlihat dari sejauh mana perannya di masyarakat.

“Dengan kondisi seperti ini, pemuda dituntut untuk mencari solusi, bukan malah menyerah karena keadaan,” jelas Emil Dardak Wagub Jatim saat menjadi narasumber Webinar Peringatan Hari Remaja Internasional dengan Tema oleh Ditbinmas Polda Jatim di Surabaya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menjelaskan pemuda harus mempunyai karakter pantang menyerah. Pemuda jangan melihat dari sudut pandang pesimis tapi harus yakin apa yang bisa dilakukan. Dengan keterbatasan misal belum memiliki sumber daya yang cukup, pemudia harus tetap gigih mencari solusi sesuatu yang belum dipikirkan orang lain. Apabila solusi tersebut sudah ditemukan, maka akan banyak masyarakat yang bisa kita ajak atau mengikuti langkah kita dengan sendirinya.

Kemudian Wagub Emil mengungkapkan, pemuda tidak boleh hanya bisa bicara saja dalam mengatasi permasalah, tapi juga bisa menyiasati keterbatasan salah satunya dengan menggunakan teknologi digital. “Pemuda akan lebih mudah mencari gagasan dan solusk disaat seperti ini, dimana teknologi digital bisa dilibatkan dalam sebuah proses. Jadi, pemuda tidak boleh hanya No Action Talk Only (NATO), tapi harus memanfaatkan potensi yang ada ditengah keterbatasan. Teknologi digital menjadi solusi cerdas dalam menghadapi hal tersebut, ”tambahnya. (Ufi)

Source link

Cari Warga Miskin di Pelosok Desa, Polres Blitar Bagikan Sembako dan Masker

Blitar – Wilayah yang dilaksanakan Kapolri agar jangan ada warga yang kelaparan karena dampak Covid-19, jajaran Polres Blitar bersama komunitas offroad berkeliling ke pelosok desa Kabupaten Blitar mencari warga miskin. Setelah itu mereka menyalurkan bantuan sosial ratusan paket sembako dan masker, Rabu (12/8/2020).

Setelah menyusuri jalan yang sulit dan licin di pelosok desa jajaran Polres Blitar bersama komunitas offroad, akhirnya tiba di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar. Di tempat ini disambut dari pihak Muspika, Polsek, dan Koramil Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menuturkan pihaknya sengaja mencari warga miskin di pelosok desa yang hidupnya kekurangan dan meminta bantuan. “Seperti sore hari ini, kami berkeliling di pelosok desa Kecamatan Kesamben untuk membagikan ratusan bansos paket sambako dan membagikan masker gratis bagian dari Program Jatim Bermasker,” tutur AKBP Fanani.

AKBP Fanani menjelaskan bansos paket sembako berupa beras 5kg dan mie instan diharapkan mampu meringankan beban warga miskin yang terdampak wabah Covid-19. “Sebagai bukti Polri hadir di tengah masyarakat, saat wabah Covid-19 untuk memberikan bantuan,” jelasnya.

Tidak hanya memberikan ratusan paket bansos sembako, mereka juga membagikan masker gratis untuk warga pelosok pedesaan yang kurang memahami pentingnya bermasker dalam mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Tampak mendampingi AKBP Fanani, beberapa PJU Polres Blitar Kasat Lantas, AKP Rudi Purwanto, Kabag Sumda, Kompol Darmono dan Kapolsek Kesamben, AKP Eko Sujoko.

Perwira yang hobi bersepeda ini menandaskan, di samping warga miskin yang terdampak Covid-19. Jajaran polres juga mencari warga yang luput bantuan, karena rumah berada di pelosok atau tidak terdata sebagai penerima bantuan.

“Kasihan, mereka lanjut usia dan tidak punya tahap tetap. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, untuk makan sehari-hari kadang sulit apa lagi membeli masker untuk mencegah penularan Covid-19, ”tandas AKBP Fanani.

Bahkan setelah melihat kondisi salah satu rumah warga miskin di pelosok desa Kecamatan Kesamben dan tidak layak huni. AKBP Fanani langsung memutuskan untuk merehabnya, dengan cara gotong royong bersama Muspika dan Forkopimda.

“Tadi kami melihat sendiri kondisi rumah salah satu warga yang sangat memprihatinkan, maka diputuskan akan merehabnya agar layak huni dan nanti kita resmikan,” tandas perwira dengan melati dua di pundak ini.

AKBP Fanani menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Muspika dan berkeliling mencari warga miskin, yang terdampak Covid-19. “Jangan sampai mereka kelaparan, serta kekurangan bahan pangan,” imbuhnya. (ais)

Source link

Gubernur Minta Pramuka Menjadi Pembicara Edukasi Soal Pandemi Covid-19

Surabaya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengharapkan Pramuka menjadi
peaker dalam menyampaikan edukasi pada masyarakat bahwa pandemi covid-19 belum
selesai. Hal itu disampaikan setelah Peringatan Hari Pramuka dilakukan
seraca virtual di Gedung Negara Grahadi, Rabu (12/8/2020).

“Diharapkan Pramuka menjadi pembicara yang lebih kuat, pembicara
yang lebih lantang menyampaikan pesan-pesan edukasi pada masyarakat bahwa saat
ini pada pandemi belum selesai. Kepedulian masyarakat, kedisiplinan masyarakat
menjadi bagian yang sangat penting. Karena pada saat ini beberapa sektor sudah
mulai menggeliat, gerakan-gerakan ekonomi sudah mulai bergerak, ”tandas
Khofifah.

Dia menambahkan bahwa kedisiplinan dan kepedulian masyarakat
menjadi titik sentral untuk bisa bergerak oleh Pramuka. Khofifah juga meminta-minta
pada seluruh jajaran Pramuka di Jatim untuk mengajak masyarakat semakin peduli dan
menjadikan disiplin utama dalam menggunakan masker, menjaga jarak yang aman, dan
pola hidup bersih dan sehat.

“Saya rasa itu tema besarnya, kan sekarang ini bagaimana
cara kita membantu di dalam pelayanan covid-19. Dan bela negara bagi saya,
Pramuka itu saya ibaratkan dua mata uang di balik Pramuka di balik lagi bela
negara. Hari ini ada bela negaranya, tetapi ada semangat untuk membantu
melayani masyarakat di dalam menghadapi Covid-19, ”tandas Khofifah.

Sementara, Kepala Kwaran Daerah (Kakwarda) Jatim, Saifullah
Yusuf mengatakan bahwa Pramuka akan selalu membantu dan mendukung segala upaya
yang dilakukan oleh Gubernur dalam rangka mengatasi pandemi Covid-19. “Itulah
kami bagi, kami ini semua dalam rangka untuk bela negara sebagai wujud konkrit
kecintaan dan pembelaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, ”katanya.

Dalam kesempatan itu, mantan Wakil Gubernur dua periode yang
akrab dengan panggilan Gus Ipul ini menandaskan bahwa tahun ini masuk tahap
akhir dari kepengurusannya pada periode kedua yang akan berakhir pada bulan
Desember. “Alhamdulillah semuanya bisa berjalan, mudah-mudahan sampai akhir
nanti bisa berjalan dengan baik, ”katanya.

Pada kesempatan juga mengucapkan terima kasih kepada
segenap pengurus yang mendampinginya selama ini. Termasuk juga ucapan terimakasih kepada
Gubernur yang telah membantu begitu banyak, sehingga Pramuka saat ini menjadi
salah satu Pramuka yang bisa dibanggakan di tingkat nasional. “Bila ada hal-hal
Yang kurang berkenan Kami mohon maaf yang sangat besar, ”katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memberikan bantuan sebanyak
250.000 masker pada Pramuka Jatim. “Awalnya Gubernur memberikan bantuan 100.000
masker, tapi atas permintaan dari teman teman Pramuka, akhirnya Bu Gubernur menambah
menjadi 250.000 masker, ”katanya. (ufi)

Source link

Presiden Ajak Pramuka Buat Dua Gerakan Nasional

Upacara hari Pramuka yang digelar secara virtual.

Jakarta – Presiden RI, Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat Indonesia khusus para anggota Pramuka untuk menjadikan dua gerakan nasional. Gerakan sekaligus untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam peringatan peringatan hari Pramuka yang dilakukan secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Jokowi menjelaskan, dua gerakan tersebut adalah pertama,
gerakan kedisiplinan nasional yang mengajak semua anggota masyarakat untuk disiplin
mengikuti protokol kesehatan. Kedua, adalah gerakan kepedulian nasional yang
ajakan masyarakat untuk saling membantu, saling peduli, dan saling berbagi.

“Dua gerakan ini bukan hanya untuk membantu penanganan
masalah nasional akibat pandemi, tetapi juga gerakan tadi akan semakin mengasah
jiwa dan karakter kepemimpinan dalam memperdalam jiwa kepemimpinan Pramuka
Sejati, bagaimana Dwi Darma, Tri Satya, dan Dasa Dharma Pramuka, ”katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa jika gerakan kedisiplinan
dan kepedulian ini terus dijalankan, maka akan menghambat penyebaran covid-19
dan mengurangi risiko-risiko ikutannya.

Presiden juga menyampaikan bahwa Pramuka Indonesia selalu
mencetak menciptakan yang tanggung jawab menghadapi setiap tantangan. Sedangkan
di era pandemic Covid-19 ini maka jiwa dan karakter seperti yang
diharapkan. Dimana akan mengikuti protokol kesehatan, mengenakan masker,
disiplin jaga jarak, dan ajakan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama
disiplin melaksanakannya.

“Di era pandemi Covid yang mengakibatkan krisis kesehatan
dan krisis ekonomi ini, jiwa dan karakter seperti yang kita pikir. Kita
harus selalu peduli terhadap masyarakat sekitar, peduli kepentingan
bersama, kita harus saling membantu dan bergotong-royong menyelesaikan masalah
bersama, ”tandasnya.

Menurutnya, pengalaman selama pandemi Covid-19 juga
mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepedulian, juga mengingatkan
pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dia menandaskan bahwa enyelesaian
masalah kesehatan membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, demikian
juga dengna penyelesaian masalah perekonomian juga membutuhkan ilmu pengetahuan
dan teknologi.

“Karakter disiplin dan peduli yang saudara akan
ditambahkan jika didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena
belajar giatlah, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi
sakit-tingginya, jadilah SDM Indonesia yang hebat, yang cepat tanggap, dan cerdas.
Rawatlah Kebhinekaan, pertahankan NKRI, dan jadilah penjaga Pancasila yang
sejati, ”pesannya pada semua anggota Pramuka.

Dia juga mengingatkan bahwa tantangan yang akan mengingatkan kita
semakin berat dan kompleks, dunia berubah dengan cepat dan penuh dengan ketidakpastian.
Masa depan akan jauh berbeda jika dibandingkan dengan hari ini, maka ketangguhan
juga harus dimiliki.

“Buktikan dalam mengejar ilmu pengetahuan, jadikanlah generasi
masa depan yang mencerahkan, yang terus membangun harapan tentang kejayaan
Indonesia. Indonesia maju yang kita cita-citakan bersama. Itu saja pesan dan
harapan yang ingin saya sampaikan. Buatlah Indonesia bangga pada Praja Muda
Karana. Jayalah Pramuka. jayalah Indonesia, ”pungkasnya. (ufi)

Source link

Bertahun-tahun Rusak, Saluran Irigasi Desa Tiron Tak Kunjung Diperbaiki

Madiun – Rusaknya saluran irigasi di daerah persawahan Desa Tiron, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun dikeluhkan sejumlah petani setempat.

Pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tiron, Sudibyo mengatakan sekitar 75% jaringan irigasi di daerah tersebut rusak karena bangunan yang sudah termakan usia. Akibatanya banyak jaringan irigasi bocor dan malah mengalirkan udara ke daerah yang tidak membutuhkan udara. Padahal, saluran irigasi itu dibutuhkan untuk mengairi lahan 250 hektare.

“Yang banyak dikeluhkan petani sini jaringan irigasi rusak. Bagian talutnya banyak yang ambrol. Ini sudah bertahun-tahun, tetapi belum ada pembenahan, ”tutur Sudibyo.

Sudibyo mengatakan, sawah yang tak terbatas di hilir tidak kebagian suplai udara. Sedangkan air merupakan bahan pokok untuk petani dalam menanam padi.

“Jaringan irigasi di Desa Tiron ini sebenarnya tidak hanya untuk kawasan sini saja, tetapi juga mencakup empat desa tetangga. Jadi keberadaan jaringan irigasi ini sangat penting, ”katanya.

Senada dengan yang dikeluhkan Sudibyo. Seorang petani Desa Tiron, Dodik mengatakan bahwa sudah bertahun-tahun saluran irigasi tidak ada. Dia berharap adanya perbaikan saluran irigasi di desanya agar air yang dibutuhkan petani dapat terpenuhi ketika musim tanam.

“Kalau selama ini air yang mengairi sawah sini ya dari air limbah Pabrik Gula Rejoagung dan sumur dalam,” jelas Dodik. (Ger)

Source link

DPRD Kabupaten Kediri Puji Dinas Pendidikan yang Tetap menerapkan Pembelajaran Daring

Kediri – Pemkab Kediri memastikan pembelajaran sekolah masih secara berani (online) untuk melindungi siswa-siswi di semua jenjang pendidikan dari penularan Covid-19. Langkah ini mendapat pujian dari DPRD setempat.

Penegasan disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Sujud Winarko. Dia mengatakan bahwa masih belum ada dan belum terpikirkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Dereng wonten (masih belum ada), masih tetap berani atau kunjungan ke rumah murid lewat guru kurir. Dengan berabagai pertimbangan, situasi dan kondisinya di Kabupaten Kediri belum mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, ”tandas Sujud saat menjawab pertanyaan lenteratoday.com, Rabu (12/8/2020).

Dijelaskan, guru yang terkait kurir hanya
Kunjungan kepada murid-murid yang kesulitan mengajar secara
berani. Baik dari sisi ekonomi atau terkendala sara prasarana, seperti tidak
mempunya gawai (dawai) atau sulit
mendapatkan jaringan internet.

Prinsipnya, meski ada pendemi Covid-19, proses
belajar mengajar (PBM) anak didik tetep dilaksanakan dan diutamakan. Guru-guru
harus tetap aktif berkomunikasi dengan anak didik, termasuk kontrol
perkembangan anak didik dan satu pelajaran (Satpel) yang diberikan.

Soal waktu kunjungan guru, Sujud Winarko
menjelaskan, kesepakatan dengan siswa. Pemberian murid yang
dikunjungi tidak hanya satu orang dengan jarak tempuh yang berbeda-beda,
sehingga tenaga guru kurir bisa efektif dan efisien.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota
Kediri, Dodi Purwanto secara terpisah dapat memahami pemahaman keputusan Kepala
Dinas Pendidikan Sujud Winarko. Memang sebaiknya, sebelum mengambil keputusan
harus menghindariung ruginya, apalagi keselamatan anak
didik.

Sebagai wakil rakyat, kita akan ikut mengkaji
untung ruginya pembelajaran sekolah dengan tatap muka ditengah pandemi Covid-19
yang belum mereda. Semua pihak harus saling memahami dan memaklumi, jangan
sampai ambil keputusan karena latah melihat daerah lain mulai uji coba sekolah
tatap muka, ”ujar politikus dari PDIP tersebut.

Menurut Dodi, Dinas Pendidikan lebih tahu
waktu yang tepat kapan bisa dimulai pembelajaran tatap muka. Tim Gugus Tugas
Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri siap berkoordinasi dan
memberikan masukan bila memang sudah memungkinkan pembelajaran tatap muka langsung.

Menyinggung, guru kurir yang berkunjung ke
rumah murid yang terkendalam pembelajaran berani, Dodi sangat mengapresiasi
langkah Dinas Pendidikan. Hal itu menjadi solusi bagi siswa yang kesulitan PBM
lewat berani.

“Saya kira itu bagus, namun protokol kesehatan
Covid-19 harus dilaksanakan secara ketat. Agar tidak terjadi penularan dan
menjadi klaster baru, ”ujar Dodi Purwanto mengakhiri pembicaraan dengan
lenteratoday.com. (gos / adv)

Source link