5 Suka Duka Jadi Pemuda Kampung yang Bangunin Sahur Tetangga. Seru sih, Tapi Ada Apesnya juga!

5 Suka Duka Jadi Pemuda Kampung yang Bangunin Sahur Tetangga. Seru sih, Tapi Ada Apesnya juga!

Setiap bulan puasa tiba, orang-orang Indonesia selalu punya cara tersendiri untuk memeriahkan momen kebesaran umat Muslim tersebut. Salah satunya dengan cara unik ala anak-anak muda, yaitu keliling kompleks atau kampung untuk membangunkan semua tetangganya saat menjelang waktu sahur. Ternyata, cara ini udah kayak budaya turun temurun yang dilakukan sejak zaman dulu lo.

Tentu saja, semua hal yang dilakukan itu punya banyak suka dan duka, begitu pula dengan aktivitas membangunkan sahur tersebut. Meski begitu, budaya ini tetap banyak dilakukan hingga saat ini di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Kalau kamu pernah menjadi bagiannya, pasti kamu juga merasakan hal-hal di bawah ini.

1. Enaknya ikut pasukan yang membangunkan sahur itu adalah jika kamu punya sedikit dendam sama tetangga, pasti kalau lewat depan rumahnya auto teriak paling kenceng. Sekalian pelampiasan~

Ilustrasi membangunkan sahur via foto.tempo.co

Sebagai makhluk sosial, kamu pasti memilki banyak tetangga dengan berbagai sifatnya yang begitu unik. Ada yang ramah, tapi ada juga yang ngeselin. Nah, terkadang saat-saat inilah kamu bisa balik menjadi sosok yang bikin jengkel buat mereka. Ngaku deh, kamu kalau ikut bangunin sahur pasti pernah teriak-teriak di depan rumah tetanggamu yang kamu benci, kan? Hmmm, ketaker tuh~

2. Niatnya mau bangunin sahur satu kampung, tapi malah cepat haus soalnya terlalu semangat nyanyi. Hadeeeh!

Belum selesai muter udah haus. via hot.liputan6.com

Keluhan yang satu ini kerap kali keluar dari pasukan keliling kampung saat sahur. Wajar sih sebenarnya kalau dipikir-pikir, ya, sekarang gimana nggak cepat haus, kalau kamu muter-muter sambil nyanyi dan teriak-teriak kenceng banget? Makanya besok lagi kalau mau bangunin sahur itu sewajarnya aja, jangan malah merugikan diri sendiri.

3. Bangun jadi kesiangan karena terlalu ngantuk setelah nyiapin perkusinya. Gimana sih, ya ūüôĀ

Mempersiapkan perkusi. via www.genpi.co

Saking kreatifnya dalam perencananaan membangunkan sahur seluruh penduduk kompleks dan kampung, biasanya persiapannya pun dilakukan secara matang. Salah satunya adalah dengan perkusi lengkap biar tabuhan dan genderang perang sahurnya bisa begitu lantang. Tapi ini nih yang kadang bikin kita bangun kesiangan, ngumpulin orang sama perkusinya kelamaan, akhirnya malah ngantuk duluan.

4. Sering banget adu mulut sama generasi tua di lapisan masyarakat, katanya cuma bikin berisik. Nggak paham nih yang begini~

Sering jadi masalah dengan generasi tua. via www.youtube.com

Nggak dimungkiri lagi bahwa terkadang pola pikir anak muda di Indonesia berseberangan dengan generasi tua yang ada. Begitu pula dalam masalah ini, bagi para orang tua, aktivitas satu ini kerap kali dibilang nggak ada faedahnya. Bahkan ada juga yang mengatakan kalau hal ini nggak perlu dilakukan karena cuma bikin berisik, alhasil sering banget tuh terjadi ribut-ribut ketika bulan puasa tiba cuma karena masalah ini.

5. Tapi selain itu, lumayan banget sih bisa buat konten media sosial. Biar dunia maya ikut merasakan suasana bulan puasa~

Advertisement

Bisa jadi konten menarik. via twitter.com

Hadirnya bulan puasa di Indonesia itu bisa diketahui dari berbagai macam hal, salah satunya adalah melalui dunia maya. Dapat dipastikan jika kamu udah menemukan konten-konten di media sosial tentang serba-serbi bulan puasa, itu tandanya bulan kebesaran ini telah tiba. Coba deh, kamu cari konten tentang sahur di media sosial, pasti banyak dan lucu-lucu.

Meskipun rasanya bulan puasa kali ini nggak seperti biasanya, jangan pernah lelah dan putus semangat, ya. Jangan lupa juga berdoa agar puasa di tahun depan semuanya sudah lebih baik seperti semula~

Yuk, terus tambah kebaikanmu di bulan ramadan ini bersama Hipwee! Jangan lupa kunjungi halaman #RamadanDirumah ya!

sepertikemarin.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *